ORA WEDI GETIH !!!!!!!!!!!!

selamat datang di blog kami
kalau anda orang indonesia yang cinta indonesia kunjungi kami di sini

Selasa, 30 Agustus 2011

RISING STAR ISL 2010/2011

Tanpa terasa ISL musim 2010/2011 telah usai dan banyak menghasilkan cerita-cerita menarik serta pemain debutan yang tampil baik di sepanjang kompetisi musim lalu. Berikut ini adalah beberapa pemain lokal yang menjadi rising star musim lalu yang layak kami apresiasi.
1. Joko Sasongko (Pelita Jaya)

Joko Sasongko menjadi sosok yang tampil baik bersama The Young Guns dalam kompetisi tahun lalu.Joko dianggap seorang gelandang serang muda yang mampu berkreasi baik sebagai gelandang sayap maupun sebagai penyerang lubang.Joko memiliki nilai tambah yang lain,yaitu kaki kiri yang sangat berbahaya yang menjadikannya penembak bola mati yang sangat ditakuti lawan.
2. Dirga Lasut (Sriwijaya)

Awalnya tak ada yang menyangka jika pemuda asal Sulut ini menjadi sosok andalan di Sriwijaya.Pasalnya, melimpahnya stok gelandang yang punya kemampuan di atas rata-rata macam Firman Utina,Ponaryo,Mahyadi,Arif Suyono maupun Okto Maniani. Namun Dirga menjawab kepercayaan yang diberikan Ivan Kolev untuk mendampingi Ponaryo Astaman di kala FU15 tak tampil karena cedera.Tampil baik sebagai gelandang bertahan maupun motor serangan menjadikan Dirga tak tergantikan di lini tengah.
3. Titus Bonai (Persipura)

Di antara banyaknya stok penyerang di Persipura macam Boas,Rahmad Rivai maupunTinus Pae, nama Tibo dianggap sosok paling minim pengalaman dari semua penyerang di klubnya.Tapi siapa yang menyangka jika pemuda yang satu ini justru menjadi ujung tombak dari skema 4-2-3-1 ala Jacksen Tiago. Perpaduan antara kecepatan,naluri membunuh,maupun skill menawan yang dimilikinya menjadikan Tibo pemain yang sangat berbahaya di daerah pinalti lawan.
4. Sunarto (Arema)

Tak ada yang menyangka jika seorang Sunarto mampu tampil baik di Arema musim lalu.Arema memiliki banyak penyerang berkelas dan lebih berpengalaman dibanding pemuda kelahiran 1990 itu.Sebut saja Noh Alam Shah,Chmelo,Musyafri,Amiruddin maupun Yongky Aribowo.Sunarto yang jebolan Arema junior mampu menunjukkan konsistensinya saat bermain bagi Singo Edan.Sunarto kerap menjadi penentu kemenangan bagi arema sekalipun dipasang sebagai pemain pengganti.
5. Riski Novriansyah (Persijap)

Riski Novriansyah menjadi pahlawan bagi suporter Persijap di putaran 2 ISL musim lalu.Mantan pemain Pelita Jaya ini mampu tampil baik saat dimainkan sebagai penyerang berduet dengan Beto Goncalves.Aksi penyerang yang juga bisa bermain sebagai gelandang serang maupun sayap ini nampaknya akan jadi rebutan klub-klub besar ISL musim depan.
6. Ferdinand Sinaga (Persiwa)

Satu lagi eks-Pelita Jaya yang berhasil menjadi rising star di ISL musim lalu.Ialah Ferdinand Alfred Sinaga yang tampil apik kala membela klubnya Persiwa.The Highlander julukan Persiwa tak lagi harus takut kala para penyerangnya seperti Boakay E Foday maupun Pieter Rumaropen tidak bisa bermain,karena ada pemuda bermarga Sinaga yang mampu menggantikannya dan tampil sangat baik.Ferdi awalnya bermain sebagai Winger Kiri saat bermain bagi Pelita Jaya namun karena naluri membunuhnya yang tinggi,maka Suharno pelatih Persiwa mempercayakan pos ujung tombak kepada pemuda yang satu ini.Kini panggilan timnas senior menantinya,kita tunggu saja aksinya berseragam timnas senior.
7. Lukas Mandowen (Persipura)
Tak satupun pecinta sepakbola yang mengenal nama ini sebelum kompetisi dimulai.Pemain jebolan PON Papua ini kalah tenar dibanding penyerang-penyerang Mutiara Hitam yang lain.Namun talenta pemuda ini layak diperhitungkan banyak bek lawan.Julukan supersub nampaknya layak bagi pemain tambun ini.Lukas yang hampir selalu dimainkan Jacksen Tiago di babak kedua selalu memberi kontribusi baik bagi timnya.Musim depan Lukas akan lebih matang untuk bermain di ISL.
Demikianlah ke-7 nama rising star musim lalu.Kita semua menunggu aksi mereka musim depan.

6 HAL TAK TERLUPAKAN DARI PIALA AFF 2010

Beberapa bilang ini basi, beberapa bilang hanya membuat luka lama terasa kembali pedihnya. Namun Piala AFF memang telah lama berakhir, akan tetapi seluruh Bangsa Indonesia tentu akan terus mengingat tiap detik drama yang tercipta desember tahun lalu. Memang negeri ini gagal mengangkat piala, namun bagi saya kita adalah Belandanya Asia Tenggara. Seperti belanda yang tak sekalipun mengangkat trofi walau mereka 3 kali di partai puncak, kita bahkan lebih banyak, 4 kali kita di final piala dunia medium Asia Tenggara itu tapi bernasip sial dengan tak sekalipun menggenggam titel. Namun bagi saya harga dan kebanggaan sebuah negara akan piala AFF tak sebanding dengan rasa Patriotisme dan Persatuan yang dapat diraih bangsa ini di bulan terakhir tahun lalu. Orang yang alergi terhadap sepak ola justru mencari obat penawarnya di senayan. Semuanya jadi satu, pedagang asongan, selebritis ibukota, pejabat pemerintahan, bahkan ibu-ibu rumah tangga bukti bahwa bangsa ini betul-betul bersatu Dan sembari kita mengingat rasa kebangsaan yang sempat membumbung tinggi bersama asa yang memang sudah pudar untuk mengangkat titel AFF lalu namun ada baiknya kita mengingat momen demi momen menarik sepanjang perhelatan tersebut. Berikut saya merangkumkan 6 hal yang tak bisa kita lupakan di AFF 2010 lalu
1. Kandasnya 2 Juara Terbanyak di Fase Grup

Siapa yang berani memprediksi sebelumnya jika 2 tim paling favorit juara gagal melaju ke semifinal AFF 2010 lalu. Thailand dan Singapura yang sama-sama tampil sebagai kampiun sebanyak 3 kali tak mampu berbuat banyak di AFF setahun silam. Tragisnya lagi pasukan negeri gajah putih tak mampu meraih satupun kemenangan di grup A piala AFF setahun silam. Anak asuh Bryan Robson hanya mampu meraih 2 poin hasil imbang lawan Laos dan Malaysia serta takluk dramatis dari tuan rumah Indonesia. Singapura tak setragis Thailand nasibnya. The Lions mampu meraih 4 angka hasil menang lawan Myanmar, imbang kontra Filipina dan takluk 0-1 atas Vietnam.
2. Filipina

Tak ada yang berani bertaruh rasanya jika Filipina mampu mengejutkan Asia Tenggara dengan lolos ke semifinal untuk kali pertama sekaligus memulangkan Los Galaticos Asean yaitu Singapura. Berpredikat sebagai tim yang lolos dari babak kualifikasi, The Azkals sebenarnya adalah tim terlemah di grup B sekaligus turnamen 2 tahunan itu. Namun pasukan negeri Manny Paquiao mampu memutar balikkan ramalan banyak pengamat sepak bola tentang kiprah timnas mereka.
3. Malaysia=Vietnam Indonesia=Thailand (De javu)
De javu adalah hal yang sangat sering terjadi dalam kehidupan ini tak terkecuali dalam sepak bola. Di turnamen AFF Cup juga terjadi peristiwa ulangan namun bedanya didapati oleh tim-tim yang berbeda. Jika melihat kiprah Malaysia di AFF tahun lalu, tentu membuat kita ingat tentang Vietnam di tahun 2008. Sama-sama terseok-seok di partai awal turnamen. Pada laga perdana, keduanya sama-sama takluk dari tuan rumah yang juga menjadi lawan tanding mereka di partai final kendati demikian mereka barhasil melakukan revenge di partai pamungkas. Nasib Indonesia juga tak jauh berbeda dengan Thailand, tampil luar biasa di partai-partai awal bahkan dengan status selalu menang keduanya tergelincir di partai final oleh lawan yang pernah mereka selamatkan di fase grup Malaysia dan Vietnam. Semua juga setuju jika AFF 2008 akan menjadi milik Thailand dan 2010 untuk Indonesia karena penampilan ciamik mereka sepanjang turnamen.

4. Firman Utina (From Hero to Zero)

Beberapa pecinta sepak bola tentu masih ingat dengan aksi Zinedine Zidane di Piala Dunia 2006 silam. Bermain cemerlang sepanjang kejuaraan tersebut, Zizou yang dikenal mampu mengontrol emosinya dengan baik, gagal membentengi emosinya kala diprovokasi Marco Materazzi. Alhasil kapten Tim Ayam Jantan dipaksa keluar lapangan dan membuat negrinya gagal jadi kampium Piala Dunia 2006 silam. Kendati demikian, Pemain termahal dunia saat itu berhasil menjadi Pemain Terbaik sepanjang kejuaraan. Di Asia Tenggara terdapat cerita yang serupa tapi tak sama, ialah Firman Utina. Dipuja bagai Dewa di awal-awal turnamen, Firman membuat sebuah kesalahan yang berada di luar dugaan banyak orang. El Capitano Indonesia gagal mengeksekusi tendangan pinalti yang berhasil dilakukannya saat melawan Laos. Kegagalan eksekusi pinalti tersebut juga menjadi penyebab terbesar gagalnya garuda merengkuh trofi juara 2010 silam walau secara individu Firman diapresiasi sebagai MVP oleh Penghelat turnamen.
4. The Power of Blue, The Loser in White


Sepakbola tentu tak dapat dipisahkan dari jersey atau seragam kebanggaan tiap tim. Banyak tim besar dunia dikenal oleh Jersey yang mereka kenakan. Misalnya Belanda yang di juluki De Oranje karena jersey Oranye yang mereka kenakan. Manchester United dikenal dengan nama Setan Merah juga karena warna seragam home mereka. Tak jarang tim mendapat hokinya atau bahkan sialnya karena seragam itu sendiri. Salah satunya adalah Malaysia dan Indonesia. Malaysia sebenarnya memiliki jersey kandang berwarna kuning, namun Harimau Malaya tak kunjung meraih hoki dengan warna tersebut, sehingga tim memutuskan membalik jersey home dari berwarna kuning dengan jersey berwarna biru. Biru nyatanya menjadi warna keberuntungan bagi Malaysia, saat berseragam kuning mereka tak meraih satupun kemenangan di AFF cup lalu. Namun dengan baju berwarna biru, mereka mengamuk dengan selalu tampil baik salah satunya saat mengandaskan Indonesia di puncak AFF 2010. Indonesia justru mengalami kebalikannya, Garuda yang perkasa dan selalu menang dengan jersey tandang berwarna merah justru meraih kekalahan pertamanya di turnamen saat mengenakan seragam tandang warna putih.
5. Laser

Laser dalam sepakbola memang bukan lagi barang baru. Kendati FIFA telah mengharamkannya namun insiden terebut masih saja terjadi tak terkecuali di AFF Cup 2010 silam. Laser pointer digunakan oleh suporter timnas Malaysia untuk mengganggu penglihatan para pemain lawan saat berlaga di kandang mereka Stadion Bukit Jalil. Hal itu dilakukan suporter Malaysia kala Semifinal leg I melawan Vietnam dan Final leg I kontra Indonesia. Berkali-kali kamera televisi menangkap ulah jahil para suporter Malaysia tersebut. Bahkan karena sangat terganggu terhadap pancaran sinar laser Suporter lawan, para pemain timnas Indonesia sempat melayangkan protes kepada wasit sehingga wasit yang memimpin final leg I piala AFF harus menghentikan pertandingan selama beberapa menit. Beberapa Surat kabar di Vietnam dan Indonesia menyebutkan bahwa kekalahan timnas mereka atas Malaysia bukan karena masalah teknis tim melainkan pancaran sinar laser tersebut.
6. Indonesia (Juara Tanpa Mahkota)
Indonesia memang tampil sempurna di 5 laga awal Piala AFF 2010. Tak sekalipun gagal meraih kemenangan, Garuda Army berhasil mencetak 15 gol dan hanya 2 kali kebobolan hingga semifinal leg 2. Laskar Merah Putih hanya tersandung 1 kali di final leg 1 lawan Malaysia. Namun itu cukup untuk mengubur mimpi Garuda meraih titel pertama ajang sepakbola Asean. Bahkan jika AFF Cup 2010 berformat kompetisi dan bukan turnamen sudah barang pasti kitalah juaranya. Indonesia berada di puncak klasemen dengan 18 poin dengan hasil 6 kali menang dan 1 kali kalah. Sebenarnya kita adalah tim dengan penyerangan terbaik. Indonesia mampu mencetak 17 gol, jumlah yang tentu lebih besar dari torehan Malaysia yang hanya mampu membuat 11 gol. Indonesia bahkan juga mampu menampilkan gaya permainan menyerang dan sangat modern sehingga banyak mengundang decak kagum dan pujian dari para pengamat sepakbola luar negeri. 4 kali final namun 0 kali juara itulah kita. Tapi kami yakin di final ke 5 kitalah juaranya.

Itulah 6 hal tak terlupakan di AFF 2010 silam, keenam hal diatas kini tinggallah memori yang masih adalah semangat bangsa ini untuk bersatu salah satunya melalui cabang olahraga terpopuler di negeri ini sepakbola.







Kamis, 24 Februari 2011

LPI, Membangun atau Merusak?

Akhir tahun 2010 lalu, sekelompok masyarakat pecinta bola yang diketuai oleh Arifin Panigoro membentuk sebuah kompetisi sepakbola yang profesional dan mandiri. Sekalipun mendapat penolakan keras dari otoritas tertinggi sepakbola Indonesia Liga yang dianggap akan memprofesionalitaskan sepakbola Indonesia itu tetap bergulir. Bahkan awal tahun 2011 lalu,LPI resmi menggelar pertandingan pertamanya di kota Solo. Kini pertanyaannya, mampukah LPI memperbaiki kondisi sepakbola Indonesia atau malah menenggelamkannya? Di Entri ini saya akan mencoba mengulasnya.
1. Keuangan Secara Mandiri
Satu yang paling mencolaok antara ISL dan LPI adalah pendanaan klub pesertanya. LPI mengklaim pendanaan klub pesertanya adalah mandiri dibanding Liga Super Indonesia yang hampir semua klub pesertanya masih menggantungkan diri pada APBD. Namun kalimat mandiri nampaknya harus dikaji lebih lanjut. LPI memberikan pinjaman lunak kepada para pesertanya di awal kompetisi dan harus mengembalikannya dalam jangka waktu tertentu. Tapi hal tersebut nampaknya sulit dicapai bahkan hampir irrasional. Pasalnya mengembalikan dana Puluhan Milyar bukanlah hal yang gampang bagi sebuah klub sepakbola yang baru saja berdiri kemarin sore. Darimana dana pinjaman tersebut dapat dikembalikan? Jika dari sponsorship nampaknya sulit. Hampir semua tim peserta LPI tidak memiliki sponsor yang namanya tercetak dibagian depan baju para pemain. Hanya PSM Makassar dan Persebaya Surabaya yang notabene "eks" yang Liga Super memiliki pendanaan lumayam dari sponsor. Sedangkan yang lain?\
2. Klub-Klub Peserta
Klub-Klub LPI mengklaim mereka adalah klub profesional di Indonesia. Nama-nama mereka juga menarik seperti nama tim-tim sepakbola di luar negeri. Sebut saja :Tangerang Wolfes, Semarang United, Medan Chiefs dll. Tapi tahukah anda mayoritas klub LPI adalah klub yang baru kemarin berdiri. Hanya beberapa tim saja yang sudah lama berkiprah dalam jagad sepakbola nasional. Uniknya tim yang punya nama tersebut semuannya adalah "alumnus" ISL. Macam Persibo, Persema, PSM, dan Persebaya. Hanya merekalah yang punya suporter yang telah mendarahdaging rasa kecintaannya terhadap klub pujaannya.
3. Kualitas Kompetisi
Bisa ditebak dengan tim-tim yang masih "bayi", LPI tidak(belum) mampu menggelar kompetisi yang sebaik dan sekompetitif ISL. Kualitas permainan tim-tim peserta LPI rata-rata berada di bawah kelas tim ISL. Lihat saja Persema dan Persebaya yang merajai LPI. Padahal kedua tim tersebut adalah tim dengan label medioker bahkan papan bawah di ISL. ISL juga masih dianggap salah satu kompetisi terbaik di dataran Asia. ISL menempati urutan ke-8 dari seluruh kompetisi domestik di daratan Asia. ISL juga masih yang terbaik di ASEAN, lebih baik dari Liga Thailand, Singapura, atau Malaysia. Sponshorsip ISL ADALAH YANG terbaik kedua di Asia setelah J-Leage milik Negeri Sakura Jepang.
4. Keabsahan/Legalitas
Jika dikatakan tim-tim LPI lebih berani jor-joran dalam belanja pemain memang betul, tetapi seakan-akan semuanya tidak berguna saat FIFA menganggap LPI adalah ilegal. FIFA menganggap LPI yang berada di luar PSSI itu melanggar aturan yang dibuat FIFA. Dengan hal tersebut LPI tak ubahnya sebuah kompetisi "tarkam" (Tarikan Kampung) karena tanpa persetujuan dari otoritas tertinggi dalam sepakbola Dunia.
5. Dukungan Suporter
Jika berbicara suporter gila dan fanatik di Indonesia sangatlah banyak. Lihat saja Aremania, Viking, Jakmania dll. Tapi hanya 4 tim LPI yang memiliki suporter paling fanatik. Bonekmania milik Persebaya, Ngalamania milik Persema, Boromania,dan The maczman saja. Sedangkan tim yang lain selalu sepi jika bermain di kandang sendiri. Seluruh stadion sepi saat tim-tim LPI berlaga hal itulah yang menjadikan LPI seakan dijauhi penonton
Dari fakta-fakta diatas dapat diambil kesimpulan bahwa ISL adalah kompetisi yang resmi milik FIFA, PSSI, dan Bangsa Indonesia. Marilah kita dukung dengan memperbaikinya jangan merusaknya dengan Kompetisi baru yang berpotensi melahirkan hukuman bagi sepakbola Nasional. Wassalam

Senin, 25 Oktober 2010

Great Boys

Indonesia with 230 millions people inside has a lot of great talents. Not Less in football. The most popular and favourite sport activity in Indonesia. The Indonesia Super League has made a lot of great talents from the profesional competition. We want to show who are the best boy in each positions.
A. Goal Keeper
1. Kurnia Meiga (Arema Indonesia)

This Arema goalkeepeer may be the next Hendro Kartiko, and Ronny Paslah. His performance always increased after the first Arema goalkeeper Markus Harison going out from Arema.
2.Made Wirawan (Persiba Balikpapan)

He is the next I Komang Putra as the great Balinesse Goalkeeper.
B. Defender
1. Irfan Raditya (Arema Indonesia)

This boy always play wall with his partner in Arema centerback Piere Njanka. With proportional apperance 183 cm. He is the king in high ball.
2. Benny Wahyudi (Arema Indonesia)

This ellegant wing back can plays in left and right position
3. Muhammad Nasuha (Persija Jakarta)

This multitalented player can play in many positions like holding midfielder, wing back, and wing midfielder.
4. Wildansyah (Persib Bandung)

This boy can playing well with his thundems in persib Maman Abdurahman and Nova Arianto.
C. Midfielder
1. Ahmad Bustomi (Arema Indonesia)

This golden boy can plays as holding midfielder, offense midfielder, playmaker, and winger in Arema. He should be the next Ponaryo Astaman and Bima Sakti.
2. Atep (Persib Bandung)

This winger has good speed and accurate shot to the forwarders.
3. Diva Tarkas (PSM Makassar)

This Makassar boy has fighting spirit and speed to destroy the opponent
4. Ian Kabes (Persipura Jayapura)

Ian Louis Kabis is like the other Papua talent. He has skills. speed, and power.
5. Andik Vermansyah (Deltras Sidoarjo)

This little boy can plays explosive, full speed and high determination.
6. Hendro Siswanto (Persela Lamongan)

This boy can plays powerfull and high determination.
7. Ferry Ariawan

This player can plays as forwarder, and offense midfielder
D. Forwarder
1. Yongki Ariwibowo (Arema Indonesia)

This boy has played well with Persik Kediri with his thundem Saktiawan Sinaga.
2. Jaya Teguh Angga (Persema Malang)

This player has technique ang skill as alone striker
3. Tinus Pae (Persipura Jayapura)

4. Samsul Arif (Persibo Bojonegoro)

This little boy has speed and skill wiyh high determinations.

We hope our football future can be bright with these boys

Selasa, 15 Juni 2010

GARUDAKU

Garuda (Sanskerta: Garuḍa dan Bahasa Pāli Garula) adalah salah satu dewa dalam agama Hindu dan Buddha. Ia merupakan wahana Dewa Wisnu, salah satu Trimurti atau manifestasi bentuk Tuhan dalam agama Hindu. Garuda digambarkan bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah. Paruh dan sayapnya mirip elang, tetapi tubuhnya seperti manusia. Ukurannya besar sehingga dapat menghalangi matahari.Bangsa Jepang juga mengenal Garuda, yang mereka sebut Karura. Di Thailand disebut sebagai Krut atau Pha Krut. Indonesia dan Thailand menggunakan Garuda sebagai lambang negara.Garuda adalah seekor burung mitologis, setengah manusia setengah burung, wahana Wisnu. Ia adalah raja burung-burung dan merupakan keturunan Kaśyapa dan Winatā, salah seorang putri Dakṣa. Ia musuh bebuyutan para ular, sebuah sifat yang diwarisinya dari ibunya, yang pernah bertengkar dengan sesama istri dan atasannya, yaitu Kadru, ibu para ular.
Sinar Garuda sangat terang sehingga para dewa mengiranya Agni (Dewa Api) dan memujanya. Garuda seringkali dilukiskan memiliki kepala, sayap, ekor dan moncong burung elang, dan tubuh, tangan dan kaki seorang manusia. Mukanya putih, sayapnya merah, dan tubuhnya berwarna keemasan.Ia memiliki putera bernama Sempati (Sampāti) dan istrinya adalah Unnati atau Wināyakā. Menurut kitab Mahabharata, orang tuanya memberinya kebebasan untuk memangsa manusia, tetapi tidak boleh kaum brahmana. Suatu ketika, ia menelan seorang brahmana dan istrinya. Lalu tenggorokannya terbakar, kemudian ia muntahkan lagi.Garuda dikatakan pernah mencuri amerta dari para dewa untuk membebaskan ibunya dari cengkeraman Kadru. Kemudian Indra mengetahuinya dan bertempur hebat dengannya. Amerta dapat direbut kembali, tetapi Indra luka parah dan kilatnya (bajra) menjadi rusak.
Nama-nama Garuda

Garuda memiliki banyak nama dan julukan. Di bawah ini disajikan nama-namanya berikut artinya:
* Kaśyapi
* Wainateya
* Suparṇna
* Garutmān
* Dakṣāya
* Śālmalin
* Tārkṣya
* Wināyaka

Nama-nama julukan
* Sitānana, ‘wajah putih’.
* Rakta-pakṣa, ‘sayap merah’.
* Śweta-rohita, ‘sang putih merah’.
* Suwarṇakāya, ‘tubuh emas’.
* Gaganeśwara, ‘raja langit’.
* Khageśwara, ‘raja burung’.
* Nāgāntaka, ‘pembunuh naga’.
* Pannaganāśana, ‘pembunuh naga’.
* Sarpārāti, ‘musuh ular-ular’.
* Taraswin, ‘yang cepat’.
* Rasāyana, ‘yang bergerak cepat sebagai perak’.
* Kāmachārin, ‘yang pergi sesukanya’.
* Kāmāyus, ‘yang hidup dengan senang’.
* Chirād, ‘makan banyak’.
* Wiṣṇuratha, ‘kereta Wisnu’.
* Amṛtāharaṇa, ‘pencuri amerta’.
* Sudhāhara, ‘pencuri’
* Surendrajit, ‘penakluk Indra’.
* Bajrajit, ‘penakluk kilat’.

Senin, 15 Maret 2010

FOOTBALL AND DEATH

Maut memang sebuah tanda tanya besar dalam hidup setiap individu di muka bumi. Tiada satupun yang tahu kecuali yang paling berhak terhadapnya. Tidak ada yang tahu maut dapat menjemput kapanpun, bahkan di saat tengah bersepakbola. Dan mereka yang menemui ajalnya saat tengah berlaga di atas lapangan hijau antara lain :
1. Miklos Feher

Miklos Feher adalah salah satu penyerang berbakat yang bermain untuk Benfica di liga Portugal. Dalam pertandingan melawan Vitoria S.C., ketika waktu memasuki injury time tiba2 dia terjatuh lemas dan tak sadarkan diri. Kemudian tim medis dipanggil untuk melakukan pertolongan pertama. Tetapi, usaha yang mereka lakukan sia - sia. Pemain yang biasa dipanggil "Miki" tersebut dinyatakan meninggal karena serangan jantung dalam usia 24 tahun. Kematian pesepakbola ini sangat mengejutkan dunia sepakbola Portugal, sehingga orang - orang penting seperti Jose Mourinho, manajer Porto saat itu dan Reinaldo Teles, presdir Porto, yg notabene rival klub Benfica, turut melayat pemakaman pemain tersebut di tanah Hungaria. Nomor kostum 29 miliknya sekarang sudah dipesiunkan oleh Benfica.

2. Marc Vivien Foe

Salah satu pesepakbola berbakat dari Kamerun ini tiba2 tidak sadarkan diri ketika sedang bertanding melawan negara Kolombia dalam Piala Konfederasi. Dia dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar dan memakai alat bantu pernapasan, namun hal itu tidak menolong banyak. Beberapa saat kemudian, ia meninggal. Setelah dilakukan autopsi, diketahui penyebab penyakitnya adalah hypertrophic cardiomyopathy, yaitu kelainan jantung berupa penebalan otot dinding jantung. Untuk mengenang dirinya, pada pertandingan semifinal sesudah itu Henry yang mencetak gol melawan Turki menunjuk langit beserta rekan - rekannya. Di Manchester City, klub tempat dia bermain waktu itu, namanya di ukir pada Wall of Pride, tempat untuk orang - orang yang telah berjasa pada klub itu.
Dalam pertandingan semi final antara Kamerun dengan Kolombia pada 26 Juni 2003 di Stadion Gerland, Lyon, pemain Kamerun Marc-Vivien Foé meninggal di lapangan akibat serangan jantung yang menyerangnya. Dalam pertandingan itu, Marc-Vivien Foé digantikan oleh Valéry Mézague. Dalam pertandingan final Kamerun bertemu dengan Perancis. Pertandingan tetap dilaksanakan, meskipun para pemain dari ke-dua tim telah menyatakan secara tegas bahwa pertandingan tidak seharusnya dilaksanakan untuk penghormatan kepada Marc-Vivien Foé. Dalam pertandingan itu, para pemain Kamerun bermain sebaik mungkin untuk meraih trofi kemenangan untuk penghormatan rekan mereka, dan memaksa pertandingan dilanjutkan dalam perpanjangan waktu, di mana sebuah gol emas oleh Thierry Henry membuat Perancis menerima kemenangan.
Dalam penyerahan medali dan trofi, dua pemain Kamerun menyerahkan sebuah foto besar Marc-Vivien Foé, dan sebuah medali runner-up digantung di tepi foto itu. Ketika kapten Perancis Marcel Desailly diberikan Piala Konfederasi, dia tidak menangkatnya tinggi, namun memegang bersama kapten Kamerun Rigobert Song. Marc-Vivien Foé memperoleh peringkat ke-tiga dalam pemungutan suara media untuk pemain terbaik dalam turnamen ini dan secara anumerta diberikan penghargaan Bola Perunggu sebagai keputusannya.
3. Antonio Puerta

Antonio Puerta, bek kiri milik Sevilla meninggal di rumah sakit setelah tidak sadarkan diri di dalam pertandingan melawan Getafe FC sehari sebelumnya. Pada pertandingan itu, dia sempat tidak sadarkan diri beberapa menit kemudian sadar dan berjalan di pinggir lapangan. Beberapa saat kemudian, dia diangkut ke rumah sakit terdekat dan meninggal di sana esok harinya karena kegagalan berfungsinya organ - organ dalam tubuhnya karena penyakit Arrhythmogenic Right Ventricular Cardiomyopathy., salah satu kelainan jantung. Sekarang, Sevilla telah memesiunkan nomor kaus miliknya dan dia dikenang sebagai salah satu pesepakbola berdedikasi tinggi pada klub. Saat ini, setiap ada pertandingan pada tanggal tersebut di Spanyol, disediakan waktu sekitar 1 menit untuk mengheningkan cipta bagi dirinya.Antonio Puerta pemain bertahan asal Spanyol yang lahir pada tanggal 26 November 1984 dan memperkuat tim inti Sevilla FC sejak tahun 2004 ini pada hari ini telah meninggalkan kita semua pada usianya yang terbilang muda yaitu ke-22. Puerta meninggal dunia karena serangan jantung yang dideritanya setelah beberapa hari sempat dirawat di rumah sakit Virgen del Rocio di kota Seville, Spanyol.

Serangan jantung yang menimpa Antonio Puerta menimpa dirinya saat mengikuti pertandingan melawan Getafe di kandang Sevilla pada pertandingan perdana Sevilla FC musim ini di La Liga. Dari cuplikan pertandingan tersebut yang saya lihat di televisi saat Antonio Puerta jatuh terkena serangan jantung, sebelumnya terlihat Antonio Puerta berlari ke belakang untuk menjaga daerah pertahanannya dari serangan Getafe, tetapi beberapa saat setelah bola kembali lagi ke tengah terlihat di dekat kotak pinalti sebelah kiri gawang Sevilla FC, Antonio Puerta jongkok beberapa saat lalu terjatuh. Beberapa pemain pun lalu medekatinya, kemudian staff medis tim Sevilla FC pun segera berlari untuk memberikan pertolongan.
Puerta sempat sadar setelah beberapa saat pingsan pada pertandingan babak pertama tepatnya menit ke 35 tersebut, bahkan dia bisa berjalan sendiri tanpa ditandu ke luar lapangan, tetapi kabarnya Antonio Puerta sempat pingsan kembali di ruang ganti dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit Virgen del Rocio di kota Seville, Spanyol, dan hari ini Antonio Puerta meninggal dunia. Untuk menghormati Antonio Puerta, pertandingan Sevilla FC melawan AEK Athens akan ditunda sementara
4. Renato Curi

Pemain ini adalah salah satu pahlawan bagi Perugia. Dia membantu Perugia promosi ke Serie A untuk pertama kalinya pada musim 1975/1976. Lalu, dia juga berperan besar membawa Perugia di peringkat 6 di musim kompetisi berikutnya. Saat itu, dia telah menjelma menjadi salah satu pemain tengah paling berpengaruh di Italia dan dipertimbangkan untuk dipanggil ke timnas Italia. Sayangnya, hal itu tidak terjadi. Pada pertandingan melawan Juventus, 5 menit setelah dimulainya babak kedua tiba2 dia terjatuh tak sadarkan diri dan meninggal beberapa saat kemudian. Penyebab dia meninggal adalah serangan jantung. Untuk menghormati dirinya, stadion markas Perugia dinamakan Renato Curi dan masih dipakai oleh klub tersebut sampai sekarang.
5. David Jones
Salah satu contoh tragis akibat perang. Pemain yang akrab dipanggil "Di" ini bermain untuk Manchester City saat itu. Dia berperan besar membawa Manchester City promosi ke level tertinggi kompetisi sepakbola Inggris. Kematiannya sungguh tragis karena penyebab kematiannya adalah sebuah luka di lutut yang terjadi karena terkena pecahan gelas di lapangan tempat ia berlatih. Luka itu menjadi infeksi dan dia meninggal beberapa hari kemudian karena penanganan medis yang tidak memadai saat itu akibat perang.
6. Bob Benson
Satu lagi kematian tragis akibat perang. Pemain Arsenal ini seharusnya berhasil membawa Arsenal promosi ke kasta tertinggi kompetisi sepakbola Inggris saat itu bila kompetisi tidak diberhentikan akibat Perang Dunia I. Karena kompetisi berhenti, ia mencari uang dari pekerjaan lain. Selama 1 tahun lebih, ia bekerja di Royal Arsenal, sebuah perusahaan yang berafiliasi dengan Arsenal saat itu. Ketika kompetisi dimulai kembali, salah satu anggota tim Arsenal, Joe Shaw cedera ketika bertanding melawan Reading. Karena keterbatasan tim, ia memaksakan diri bermain untuk Arsenal. Tetapi hal ini mengakibatkan kematiannya yang sungguh tragis. Pada babak kedua ia jatuh pingsan dan meninggal di ruang ganti pemain di pelukan pelatihnya, George Hardy. Belakangan diketahui ia meninggal karena pecahnya pembuluh darah akibat ia terlalu memaksakan diri untuk bertanding. Benson dikubur dengan memakai kostum Arsenal yang dipakainya pada waktu ia meninggal.
7. John Thomson
Salah seorang kiper Skotlandia paling berbakat saat itu. Ia dikenal karena berani melakukan duel fisik satu lawan dengan penyerang lawan. Pada saat itu, aturan sepakbola belum seketat sekarang. Jadi, penyerang boleh melakukan kontak fisik walaupun bola sudah dikuasai oleh kiper. Ironisnya, hal inilah yang menjadi penyebab utama kematian salah satu kiper legendaris milik Celtic ini. Ditambah dengan gaya permainan Thomson yang bisa dibilang nekat dan sangat berani. Entah sudah beberapa kali dia mengalami cedera parah akibat hal ini. Sampai pada suatu hari, dia mengalami keretakan tulang tengkorak karena tertendang oleh kaki penyerang Rangers, Sam English. Akibatnya, ia dirawat dan beberapa saat kemudian meninggal karena perawatan medis yang belum memadai saat itu.
8. Serhiy Pekhun
Pemain asal Ukraina ini adalah satu - satunya pesepakbola yang meninggal di liga Rusia akibat cedera serius. Penyebab utamanya adalah salah diagnosa dr dokter tim. Pada pertandingan melawan Anzhi Makhachkala, ia bertabrakan dengan Budun Budunov dalam suatu duel perebutan bola di udara. kedua kepala mereka beradu sangat keras mengakibatkan dua - duanya mengalami cedera. Bubun sendiri mengalami gegar otak, sendangkan cedera yang dialami Serhiy didiagnosis patah hidung saat itu. Akan tetapi, ia koma dalam perjalanan menuju airport dan meninggal sembilan hari kemudian. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata dia mengalami brain hemorrhage, sebuah kerusakan otak akibat benturan yang sangat keras.
9. Catalin Hildan
Kapten Dinamo ini membawa timnya meraih gelar juara Liga Romania setelah puasa gelar 9 tahun lamanya. Karena bakatnya itu, dia masuk anggota timnas Rumania di Euro 200, namun tidak bermain satu pertandingan pun. Kematian menjemput dirinya saat pertandingan persahabatan antara Dinamo dan Oltenita. Di menit 74, tiba - tiba ia tersungkur ke tanah dan meninggal seketika. Penyebabnya adalah serangan jantung. Untuk mengenang jasa dirinya, stand (bangku penonton) di sebelah utara stadion milik Dinamo dinamai “Peluza Catalin Hildan” (Catalin Hildan Stand).
10. Jumadi Abdi
Pemain klub Pupuk Kaltim Bontang, Jumadi Abdi meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama delapan hari. Jumadi dirawat intensif setelah berbenturan keras melawan Persela 7 Maret 2009 lalu.

Gelandang bernomor punggung 7 ini terjatuh setelah dilanggar pemain belakang Persela. Pemain Persela ini kemudian hanya diganjar kartu kuning oleh wasit. Jumadi yang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pupuk Kaltim ini ternyata mengalami luka pada usus halusnya.

Meski sempat menjalani operasi pada 10 Maret lalu, ternyata racun dari kotoran tubuhnya telah menyebar. Jumadi pun tak tertolong lagi.

Kamis, 11 Maret 2010

Fakta menarik tentang bulan

Bulan adalah satelit Bumi yang selalu mengelilingi bumi pada orbitnya! Namun dibalik semua itu Bulan mengandung banyak sekali misteri yang sulit untuk dipecahkan! Beberapa fakta di bawah ini adalah fakta yang patut kita ketahui tentang bulan!

Usia Bulan:
Usia bulan lebih tua dari yang diperkirakan, bahkan diperkirakan lebih tua daripada bulan dan matahari itu sendiri! Umur Bumi paling tua yang bisa diperkirakan adalah 4.6 Milyar tahun. Sementara itu batuan Bulan malah sudah berumur 5.3 Milyar tahun. Bulan lebih tua 1 milyar tahun ketimbang Bumi!

Lebih keras diatas:
Normalnya sebuah planet akan keras di dalam dan makin lama makin lembut diatas, seperti bumi kita. Tidak demikian hal nya dengan bulan. Bagian dalam bulan seperti berongga, sementara bagian atasnya keras sekeras Titanium. Hal ini lah yang menyebabkan bahwa bulan bagaimanapun juga sangat kuat dan tahan serangan. Kawah terbesar di Bulan berdiameter 300KM, dengan kedalaman hanya 6.4KM. Sementara itu, menurut hitungan ilmuwan, jika batuan yang menubruk bulan tadi, menubruk Bumi, maka akan terbentuk lubang paling tidak sedalam 1.200KM!

Bulan yang berongga juga dibuktikan saat kru Apollo yang meninggalkan Bulan, membuang kembali sisa pesawat yang tidak digunakan kembali ke Bulan . Hasilnya, sebuah gempa dan gema pada permukaan bulan terjadi selama 15 menit. Penemuan ini diulang kembali oleh kru Apollo 13, yang kali ini jatuh lebih keras, menimbulkan gema selama 3 jam 20 menit.

Ibaratnya seperti sedang membunyikan lonceng yang kemudian berdentang, hanya saja karena tidak ada udara, maka suara dentang lonceng yang dihasilkan tidak bisa didengar oleh manusia. Sementara itu, penemuan ini dipertanyakan oleh Carl Sagan, bahwa satelit alamiah nggak mungkin kopong dalam nya.

Bebatuan Bulan:
Asal usul batuan dan debu bulan sendiri tidak jelas, karena perbedaan komposisi pembentuk bulan yang berbeda sekali dengan komposisi batuannya. Batu yang pernah diambil team apollo sebesar 380KG lebih, menunjukkan ada nya bahan unik dan langka seperti Titanium murni, kromium, itrium, dan lain lain. Logam ini sangat keras, tahan panas, anti oksidasi. Jenis logam ini tidak terdapat secara alamiah di alam, dan jelas tidak mungkin terbentuk secara alamiah.

Para ilmuwan juga mengalami kesulitan menembus sisi luar bulan sewaktu mereka mengebor bagian terluar bulan. Setelah di teliti, bagian yang di bor tadi adalah sebuah mineral dengan kandungan titanium, uranium 236 dan neptunium 237. Bahan bahan super keras anti karat, yang juga tidak mungkin terbentuk secara alamiah, karena digunakan di bumi untuk membuat pesawat stealth. Kemungkinan besar, ini logam hasil sepuhan manusia!

Batuan bulan juga entah bagaimana sangat magnetik. Padahal tidak ada medan magnet di Bulan itu sendiri. Berbeda dengan bumi yang banyak sekali mengandung medan magnet.

bulan terbelah

Air menguap:
Pada 7 Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air melewati permukaan bulan. Uap air tadi bertahan hingga 14 jam dan menutupi permukaan seluas 100 mil persegi.

Ukuran bulan = Matahari?
Bulan bisa menutupi matahari dalam gerhana bulan total, tapi ukurannya tidak sama. Yang menarik, jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari persis 395 kali diameter bulan. Pada saat gerhana matahari total, ukuran bumi dan bulan persis sama, sehingga matahari bisa tertutup bulan secara sempurna. Hitungan ini terlalu cermat dan akurat jika hanya merupakan kebetulan astronomi semata.

Orbit yang aneh:
Orbit bulan merupakan satu satunya yang benar benar hampir bulat sempurna dari semua sistem tata surya kita. Berat utama bulan terletak lebih dekat 6000 kaki ketimbang pusat geometris nya, yang harusnya justru mengakibatkan orbit lengkung. Sesuatu yang tidak diketahui telah membuat bulan stabil pada poros nya. Suatu teori yang belum di yakini benar adanya juga mengatakan bahwa wajah bulan yang selalu sama di setiap hari nya karena adanya suatu hal yang menyebabkan itu. Yang pada intinya, tetap suatu kebetulan astronomi.

Asal usul bulan:
Teori bahwa bulan tadinya adalah sebagian dari bumi yang mental keluar bumi karena tumbukan hebat di masa lalu hampir saja di setujui oleh semua orang, setelah sebelumnya mereka mengira bahwa bulan terbentuk dari debu debu angkasa yang mampat menjadi satelit bumi. Belakangan ini teori menyebutkan bahwa jika bagian sebesar bulan terambil dari bumi, maka bumi tidak akan bisa bulat seperti sekarang. Dan jika bulan tidak berongga, maka tidak mungkin bulan bisa berada menjadi satelit bumi. Terlalu berat dan bulan akan menghantam bumi.

Teori teori asal usul bulan kembali dipertanyakan, dan teori paling gila sepanjang sejarah mulai muncul, bahwa bulan diciptakan dengan sengaja oleh manusia terdahulu sebagai alat bantu dalam navigasi dan juga astronomi!

Bulan adalah kapal luar angkasa?
Kesempurnaan bulan yang keterlaluan, dan berbagai anomali yang ada dibulan, plus ditambah banyaknya benda benda terbang tak dikenal di bulan membuat banyak pihak mengatakan bahwa kemungkinan besar bulan adalah sebuah pesawat luar angkasa super besar yang diciptakan oleh mahluk cerdas pendahulu kita. Dan bulan BELUM ditinggalkan oleh penghuni nya! Semua kru Apollo dan astronot astronot lain atau peneliti bulan, semuanya telah melihat cahaya cahya adan benda benda terbang tak dikenal yang lalu lalang diantara bulan, muncul dan hilang begitu saja, bahkan selalu menyertai setiap kedatangan dan kepergian para team astronot yang mengunjungi bulan.